BAB I
BAGAIMANA RASANYA JIKA JIWA DITERAPI?
Sekrang
aku bisa merasakan aku memegang kendali atas perasaanku. Bila aku merasa tidak
tenang, tentu saja ak bisa memilih untuk merasa tenang. Sekarang aku
membayangkan dan merasakan memori-memori terbaik yang membahagiakanku.... bila
aku pernah bahagia, aku bisa bahagia lagi. Sekarang aku menguasai perasaanku
seutuhnya demi kebahagiaan dan kesuksesanku.
Bahagia Adalah Kondisi Menerima Kenyataan Dan
Mensyukuriya Sebagai Proses Pendewasaan
Ada orang-orang yang menyakitiku. Aku maafkan mereka demi
kebahagiaan hidupku. Sekarang aku mengerti bahwa mereka adalah pribadi yang
juga sama-sama mencari kebahagiaan seperti aku. Namun mereka merasa gagal
mencari kebahagiaan sehingga cenderung bersifat tidak baik kepaa orang lain.
Mereka aku maklumi, aku maafkan, saat aku memaafkan mereka, sesungguhnya hal
itu untuk diriku sendiri, demi kesehatanku, demi rezekiku, demi kebahagiaan
hidupku.
Cintailah Dirimu, Jangan Biarkan Tersentuh Hal-Hal Tidak
Penting
Aku melepaskan diriku dari semua sampah jiwa. Aku
tenangkan diriku. Dengan demikian aku dapat menikmati hidup yang lebih indah
lagi., demi rasa sayangku kepada diri sendiri, sebab aku sangat mencintai
diriku sendiri. Dan, demi keindahan masa depan yang sangat kuharapkan, aku mampukan
diri untuk memaafkan orang-orang yang telah menyakitiku.
Aku merasa dicintai Tuhan, diinginkan oleh
kehidupan ini. Cinta yang begitu kuat mengalir di seluruh tubuhku, kusebarkan
lewat oksigen keseluruh organ tubuhku. Aku sangat mencintai kehhidupanku. Aku
membayangkan diriku dalam keadaan sehat dan bahagia. Aku bisa melihat
senyumanku dengan sangat nyata. Hatiku tenang dan inilah kekuatanku, aku
bertambah sehat dan kuat, sebab demikianlah seharusnya.
Bahagia Adalah Merasa Beruntung Atas Apa Yang Telah
Dimiliki Dan Tidak Menjadi Sedih Atas Apa Yang Belum Dimiliki
Disetiap hembusan nafas aku bisa merasakan harapan yang
begitu kuat. Saat berjuang aku sedang menunaikan tanggungjawabku. Bertambah sukses
adalah tanggung jawabku untuk membahagiakan orang-orang yang kucintai. Rasanya bangga
sekali bisa membahagiakan meraka. Hidupku adalah tanggung jawabku. Ada kepuasan
mendaalam bila menjadi pribadi yang tegar, kuat dalam semangat perjuangan. Aku pasti
bisa, karena aku dimampukan. Betapa ternyata aku hebat dari yang kuduga.
Aku sangat layak bahagia dan aku merasa
sangat berlimpah kebahagiaan. Aku dicintai Tuhan, jauh lebih besar dari rasa
cintaku kepada diri sendiri.
Dalam Hidup Selalu Ada Pergantian, Dari Sedih Kebahagia,
Dari Bahagia Kembali Seih, Lalu Bahagia Lagi. Ikhlaslah Menjalaninya.
Sangat banyak cara untuk menjadi bahagia. Sekarang
aku sudah tenang sepenuhnya. Saat sedang tidak tenang aku memilih menjadi
bahagia dengan cara-cara yang baik dan aman. Aku makan secukupnya demi
kebahagiaan dan kesehatanku. Sekarang aku sudah merasa damai sekali.
Selalu ada ketenangan yang kubutuhkan
dalam menghadapi persoalan. Hal pertama dalam pikirankusaat sedang tidak
tenang adalah Tuhan yang Mahakuasa. Itu yang menguatkanku.
Bersyukur Untuk Hari Ini. Bersyukur Untuk Nafas Hidup
Yang Masih Tersambung. Bersyukur... Bersyukur... Bersyukur...
Tidak Ikhlas Adalah Upaya Menarik Masa Lalu Untuk Kembali
Terjadi Dan Mengubah Sesuatu, Tapi Itu Tidak Mungkin.
Hidup Mustahil Tidak Berkonflik Dengan Orang Lain Karena
Ada Perbedaan Kepribadian. Dengan Diri Sendiri Aja Sering Ada Konflik Batin.
Orang Yang Suka Tantangan Akan Bertambah Baik, Bertambah
Dewasa, Dan Bertambah Ilmu.
Memikirkan Mantan Biasanya Terjadi Karena Masih Tersisa
Rasa Tidak Nyaman Atau Tidak Rela Di Alam Bawah Sadar.
Katakan: “Aku Adalah Penguasa Atas Perasaanku. Aku Memilih
Merasa Tenang Dan Bersemangat Hari Ini”
Kita Tak Dapat Berharap Semua Orang Akan Baik Pada Kita. Perasaan
Manusia Berbeda-Beda Dan Bisa Berubah.
Pikirkan Hal Yang Benar-Benar Anda Inginkan Agar Hari Ini
Menjadi Ceria. Bunag, Tinggalkan, Alihkan Semua Pikiran Yang Hanya Membuat Bad
Mood.
Orang Yang Dewasa Itu Banyak Mengerti Kemudian Memaklumi,
Bukan Banyak Terpicu Emosi.
Agar tidak makin galau
saat sedang galau, kita harus memahami hal-hal berikut ini:
1.
Sadar sepenuhnya bahwa galau itu wajar.
Ada jutaan orang di dunia
yang mengalami hal serupa pada saat yang sama. Mengapa demikian? Karena kita
manusia biasa.
2.
Berusaha memberi ruang pada rasa galau
Loh, kok aneh? Galau kan
negatif, kenapa malah diberi ruang khusus? Karna setiap perasaan yang anda
rasakan memiliki alasan dan tujuan. Melawan perasaan negatif bukan ide yang
baik. Beri ia kesempatan untuk mengekspresikan diri maka galau akan segera
usai.
Bagi Pribadi Yang Kuat, Ditipu Orang Bukanlah Masalah
Karena Dia Percaya Rezekinya Pasti Berlimpah.
Masa Lau Yang Buruk Tidak Akan Memengaruhi Masa Depan
Bila Pada Masa Kini Ada Keikhlasan Dan Perjuangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar